Tuduhaké menu pokok

Owah-owahan

6 bèt wis dibusak ,  4 taun kepungkur
Wonten ing [[30 Januari]] [[1948]], Gandhi dipun perjaya déning satunggiling tiyang Hindu ingkang murka amargi Gandhi dipun anggep langkung mihak dhumateng kaum [[Muslim]].
 
<!--==Warisan ajaran Gandhi di Indonesia==
Selain tokoh-tokoh perjuangan anti kekerasan, keadilan dan perdamaian di tingkat dunia, di Indonesia pun ajaran Gandhi menemukan lahan yang subur. Ibu [[Gedong Bagoes Oka]], misalnya, menemukan inspirasi perjuangannya di dalam ajaran Gandhi. Ia mendirikan [[Ashram Gandhi]] di [[Candi Dasa]], [[Bali]] sebagai pusat pendidikan dan pengamalan ajaran-ajaran Gandhi tersebut.
==Kutipan==
[http://www.nobel.se/peace/articles/gandhi/index.html]
Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah menarik berbagai komentar dan opini. Misalnya, sebagai penduduk Kerajaan Britania, [[Winston Churchill]] pernah berkata ''"Menyedihkan...melihat Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang menghasut, sekarang tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur, menaiki tangga Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang."'' Begitu juga dengan [[Albert Einstein]] yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: ''"(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini."''
Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, [[Arun Gandhi]] dan [[Rajmohan Gandhi]] dan bahkan anak cucunya, [[Tushar Gandhi]], adalah aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di seluruh dunia-->.
 
== Ugi pirsani ==
1

besutan