Bumi Manusia: Béda antara owahan

2 bèt wis dibusak ,  8 taun kepungkur
tanpa ringkesan besutan
 
== Menerbitkan karya eks-tapol ==
BulanWulan April [[1980]] selepassawis dari tahanan, [[Hasjim Rachman]], mantan pemimpin redaksi ''[[Bintang Timur]]'', dan Pramoedya menemui [[Joesoef Isak]], mantan wartawan ''[[Merdeka]]'' yang belasan tahun mendekam di [[Rutan]] Salemba. Diskusi berkembang, dan kesepakatan dicapai untuk menerbitkan karya eks-[[tapol]] yang selama ini tidak mendapat sambutan dari penerbit lain.
 
Naskah pertama terpilih untuk diterbitkan adalah ''Bumi Manusia''. Pramoedya kembali bekerja keras memilah tumpukan kertas ''doorslag'' yang berhasil diselamatkannya dari [[Pulau Buru]]. Hampir semua naskah aslinya ditahan oleh petugas penjara dan sampai tidak pernah dikembalikan. Dalam waktu tiga bulan ia berhasil menyalin kembali dan merajut tumpukan kertas lusuh yang dimakan cuaca menjadi naskah buku. Sementara itu, Hasjim dan Joesoef berkeliling menemui beberapa pejabat pemerintah, termasuk wakil presiden [[Adam Malik]], yang ternyata memberikan sambutan baik.
18

besutan