Basa Cina: Béda antara owahan

4 bèt wis dibusak ,  4 taun kepungkur
c
mbenakaké éjaan using AWB
(←Mbatalaké revisi 951187 déning 124.13.19.82 (Dhiskusi))
c (mbenakaké éjaan using AWB)
[[Gambar:Zhongwen Guyin characters.png|300px|left|thumb|Wangun karakter cithak kuna saka ''zhongwen'']]
 
'''Basa Cina''' (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; [[pinyin]]: hànyǔ, huáyǔ, utawa zhōngwén) iku bagéan saka rumpun [[basa Sino-Tibet]]. Senadyan akèh wong [[Cina]] nganggep manéka varian basa Cina lisan minangka siji [[basa]], variasi jroning basa-basa lisan kasebut sebanding karo variasi-variasi sing ana jroning umpamané [[basa Roman]]; basa katulisé uga wis owah wanguné sairing karo lumakuning wektu, senadyan luwih alon dibandingaké karo wangun lisanné, lan mula saka kuwiiku mampu ngluwihi variasi-variasi jroning wangun lisané.
 
Watara 1/5 pedunungpadunung donya migunakaké salah siji wangun basa Cina minangka panutur asli, mula yèn dianggep siji basa, basa Cina minangka basa kanthi gunggung panutur asli paling akèh ing donya. Basa Cina (dituturaké jroning wangun standaré, [[Basa Mandarin|Mandarin]]) iku basa resmi [[Cina]] lan [[Taiwan]], salah siji saka papat basa resmi [[Singapura]], lan salah siji saka enem basa resmi [[PBB]].
<!--
Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu [[aksara Tionghoa]] yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial [[Cina]] dibandingkan dengan [[Eropa]]. Cina berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya [[kerajaan Romawi]], masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.
Kategorisasi perkembangan bahasa Tionghoa masih menjadi perdebatan di antara para ahli-ahli bahasa. Salah satu sistem yang pertama diciptakan oleh ahli bahasa [[Swedia]] bernama [[Bernhard Karlgren]]; sistem yang sekarang dipakai merupakan revisi dari sistem ciptaannya.
 
Bahasa Tionghoa Lama adalah bahasa yang umum pada zaman awal dan pertengahan [[dinasti Zhou]] (abad ke-11 hingga 7 SM) - hal ini dibuktikan dengan adanya ukiran pada artifak-artifak perunggu, puisi ''[[Shijing]]'', sejarah ''[[Shujing]]'', dan sebagian dari ''Yijing'' (''[[I Ching]]''). Tugas merekonstruksi Bahasa Tionghoa Lama dimulai oleh para filologis [[dinasti Qing]]. Unsur-unsur fonetis yang ditemukan dalam kebanyakan aksara Tionghoa juga menunjukkan tanda-tanda cara baca lamanya.
 
Bahasa Tionghoa Pertengahan adalah bahasa yang digunakan pada zaman [[dinasti Sui]], [[dinasti Tang]] dan [[dinasti Song]] (dari abad ke-7 hingga 10 Masehi). Bahasa ini dapat dibagi kepada masa awalnya - yang direfleksikan oleh [[tabel rima]] ''Qieyun'' 切韻 (601 M) dan masa akhirnya pada sekitar abad ke-10 - yang direfleksikan oleh tabel rima ''Guangyun'' 廣韻. [[Bernhard Karlgren]] menamakan masa ini sebagai 'Tionghoa Kuno'. Ahli-ahli bahasa yakin mereka dapat membuat rekonstruksi yang menunjukkan bagaimana bahasa Tionghoa Pertengahan diucapkan. Bukti cara pembacaan bahasa Tionghoa Pertengahan ini datang dari berbagai sumber: varian dialek modern, kamus-kamus rima, dan transliterasi asing. Sama seperti bahasa Proto-Indo-Eropa yang bisa direkonstruksi dari bahasa-bahasa Eropa modern, bahasa Tionghoa Pertengahan juga bisa direkonstruksi dari dialek-dialek modern. Selain itu, filologis Tionghoa zaman dulu telah berjerih payah dalam merangkum sistem fonetis Tionghoa melalui "tabel rima", dan tabel-tabel ini kini menjadi dasar karya ahli-ahli bahasa zaman modern. Terjemahan fonetis Tionghoa tehadap kata-kata asing juga memberikan banyak petunjuk tentang asal-muasal fonetis bahasa Tionghoa Pertengahan. Meskipun begitu, seluruh rekonstruksi bahasa tersebut bersifat sementara; para ahli telah membuktikan misalnya, melakukan rekonstruksi bahasa Kantonis modern dari rima-rima musik Kantonis (Cantopop) modern akan memberikan gambaran yang sangat tidak tepat mengenai bahasanya.
 
Perkembangan bahasa Tionghoa lisan sejak masa-masa awal sejarah hingga sekarang merupakan perkembangan yang sangat kompleks. Klasifikasi di bawah menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok utama bahasa Tionghoa berkembang dari satu bahasa yang sama pada awalnya.
 
<div align=center>
</div>
 
Hingga pertengahan abad ke-20, kebanyakan orang Cina yang tinggal di selatan Cina tidak dapat berbahasa Tionghoa. Bagaimanapun juga, walaupun adanya campuran antara pejabat-pejabat dan penduduk biasa yang bertutur dalam berbagai dialek Tionghoa, Mandarin Nanjing menjadi dominan setidaknya pada masa [[dinasti Qing]] yang menggunakan bahasa Manchu sebagai bahasa resmi. Sejak abad ke-17, pihak Kekaisaran telah membentuk Akademi Orthoepi (正音書院 Zhengyin Shuyuan) dalam usaha untuk membuat cara pembacaan mengikuti standar Beijing (Beijing adalah ibukota Qing), namun usaha-usaha tersebut kurang berhasil. Mandarin Nanjing akhirnya digantikan penggunaannya di pengadilan kekaisaran dengan Mandarin Beijing dalam 50 tahun terakhir dinasti Qing pada akhir abad ke-19. Bagi para penduduk biasa, meskipun berbagai variasi bahasa Tionghoa telah dituturkan di Cina pada waktu itu, bahasa Tionghoa yang standar masih belum ada. Penutur-penutur non-Tionghoa di selatan Cina juga terus berkomunikasi dalam dialek-dialek daerah mereka dalam segala aspek kehidupan.
 
Keadaan berubah dengan diciptakannya (di Cina dan Taiwan) sistem pendidikan sekolah dasar yang mempunyai komitmen dalam mengajarkan bahasa Tionghoa. Hasilnya, bahasa Tionghoa sekarang dituturkan dengan lancar oleh hampir semua orang-orang di [[Cina Daratan]] dan [[Taiwan]]. Di [[Hong Kong]], bahasa pendidikan masih tetap [[bahasa Kantonis]] namun bahasa Tionghoa semakin menunjukkan kepentingannya.
* {{en}} [http://www.learnmandarinonline.org Learn Chinese] Belajar basa Cina.
* {{id}} [http://www.asinah.net/china/indonesian.html Kamus bahasa Tionghoa] (dalam bahasa Indonesia, Hanzi yang Disederhanakan, Hanzi Tradisional)
{{DEFAULTSORT:Tionghoa, Bahasa}}
 
{{DEFAULTSORT:Tionghoa, Bahasa}}
[[Kategori:Basa Cina| ]]
63.224

besutan